2014/01/29

HASIL OLAHAN LAUT KABUPATEN DEMAK



Oleh - oleh khas kota wali Demak yang kini hadir di hadapan anda merupakan hasil laut yang di produksi oleh kelompok nelayan yang ada di wilayah Kabupaten Demak tepatnya kecamatan Wedung Demak.
Berawal dari melimpahnya hasil laut yang di dapat dari para nelayan pesisir wilayah demak, mendorong kami generasi muda untuk mengelola dan menembangkan potensi laut menjadi makanan dan produk berupa makanan oleh oleh khas kota wali. Sehingga diharapkan mampu membantu meningkatkan taraf perekonomian dan  membantu mengentaskan kemiskinan serta mencegah terjadinya putus sekolah di wilayah ini.
Hal ini di sambut oleh kelompok nelayan pesisir Demak. Maka dengan dorongan generasi muda terciptalah produk kemasan hasil laut yang di jamin enak, gurih, kaya protein dan bergizi . Dengan mempertahankan cita rasa serta penggunaan rempah rempah menjadikan produk ini berkualitas dan aman di konsumsi serta penuh gizi. Dengan cita rasa yang tinggi ini, maka pada produk yang kami sajikan murni dan alami tanpa bahan kimia & tanpa bahan pengawet namun mampu tahan lama. kami mengutamakan kualitas dan memperhatikan kesehatan konsumen dalam setiap produk kami. kami juga menawarkan harga Khusus bagi anda yang ingin menjadi distributor, agen atau pun resellir. Info selanjutnya bisa anda dapatkan ke pusat oleh-oleh sebelah teminal bus Demak.

2013/12/19

NOMINATOR SANG PENEMU



Jambu merah delima kini tak bisa dipisahkan dengan Kabupaten Demak. Buah bernama latin Syzygium Aqueum itu mendapat tempat istimewa karena memang memiliki rasa manis, segar dengan bentuk yang padat menawan. Tanaman buah ini pertama kali dikembangkan oleh Karmono, warga Kelurahan Betokan Kecamatan Demak Kota.Lantaran perkembangan jambu merah delima kini mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan ratusan ribu warga Demak,  Karmono pun didominasikan sebagai Sang Penemu Danamon Award 2011. Karmono tinggal  bersaing dengan lima nominator yang tersisa. Untuk menyandang predikat sang penemu di ajang bergengsi tersebut, pensiunan guru SD itu membutuhkan dukungan sms. Bagi masyarakat yang bersimpati pada Karmono bisa mengirimkan SMS DA1# kota asal kirim ke 9123. Seperti diketahui, jambu delima yang pertama kali dikembangkan Karmono awalnya hanya terdapat di Kelurahan Betokan.
Namun kini petani di Desa Tempuran dan Desa Singorejo Kecamatan Demak Kota, serta petani desa-desa lain di Kecamatan Bonang, Wedung, Wonosalam, Dempet, Karanganyar, Karangtengah dan Kecamatan Sayung, sudah menjadikan budidaya jambu delima sebagai sandaran hidup. “Awal mula bibitnya saya yang mengadakan. Saya mencangkok pohon induk juga membuat bibit dengan cara sambung pucuk. Pohon Induknya sampai sekarang masih ada kok, ” terang Karmono.
Menurut dia, pada mulanya jambu delima hanya dikembangkan di kebun dan pekarangan rumah. Namun sekarang banyak petani justru mengoptimalkan lahan sawah dan pematang kolam untuk mengembangkan jambu delima.Dikampung tempat karmono tinggal sendiri puluhan ribu pohon jambu menjadi pemandangan khas nan menarik. Hampir semua lahan milik warga ditanami jambu. Bahkan sebagaian besar warga memiliki lahan perkebunan. Tak pelak, ketika musimnya pohon-pohon itu berhias buah yang terlihat menyegarkan. Dari bentuknya yang tampak gempal dan mengkilat, membuat siapa saja yang melihat akan tertarik untuk menikmatinya.
Berkat kerja keras Karmono, saat ini Kelurahan Betokan dikenal sebagai kampung agrowisata. Potensi besar itu mendapat perhatian pemerintah. Pemkab Demak melakukan berbagai langkah untuk mendukung kesuksesan petani dalam pembudidayaan jambu merah delima. Buah yang bentuknya mirip lonceng ini ditetapkan sebagai tanaman varietas unggulan, sebagaimana Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 512/Kpts/SR, tertanggal 12 Desember 2005. Buah ini memang menjadi primadona dipasaran buah nasional. Pengakuan masyarakat itu bukan datang tiba-tiba Dibalik hasil tersebut, ada tangan-tangan petani yang telah mengantarkan tanaman menghasilkan buah berkualitas prima.(*)

2013/12/18

MLATIHARJO DESA INOVASI




Melihat Desa Mlatiharjo, tak bedanya melihat Kabupaten Demak yang gemah ripah loh jinawi. Penerapan tekhnologi mix farming pada sektor pertanian sejak sepuluh tahun terakhir, berhasil meningkatkan pendapatan 850 Kepala Keluarga (KK) yang 90% lebih di antaranya berprofesi sebagai petani.   Tahun 2010 Desa Mlatiharjo terpilih sebagai juara pertama dalam evaluasi pemberdayaan masyarakat desa tingkat Kabupaten Demak. Mlatiharjo pun mewakili Demak dalam ajang serupa tingkat Jawa Tengah.
Berbeda halnya dengan desa-desa lain di Kecamatan Gajah atau pun Kabupaten Demak pada umumnya, lahan pertanian seluas 270 hektar di Mlatiharjo tidak melulu didominasi tanaman padi. Berbagai jenis sayur dan tanaman buah bernilai komersial ditanam secara tumpang sari, bahkan juga bergilir dengan jadwal penanaman palawija.Selain untuk memutus mata rantai hama, mix farming atau penganekaragaman tanaman padi dengan tanaman hortikultura dimaksudkan agar petani memiliki penghasilan sepanjang tahun.
Tanpa adanya mix farming, petani hanya bisa mengharapkan penghasilan kontan pada waktu panenan padi atau palawija saja. Sebelum masa panen padi atau palawija tiba, praktis kantong petani di Desa Mlatiharjo berkurang. Beda halnya jika di sela-sela penanaman padi, petani juga mempunyai tanaman ‘sampingan’ seperti mentimun, gambas atau kacang panjang. Sedangkan tanaman hortikultura (hortik) digilirkan dengan penanaman palawija adalah semangka, melon, lombok dan bawang merah. Dibandingkan tanaman palawija seperti kedelai, kacang hijau dan jagung, hasil atau panenan semangka, melon dan cabai keriting disebutkan lebih tinggi. Hanya saja, penggiliran tanaman hortik dan palawija tetap mesti dilakukan terkait faktor pengembalian unsur hara serta pemutusan mata rantai hama.
Selain penerapan tekhnologi penganekaragaman tanaman, penduduk Mlatiharjo juga melakukan optimalisasi lahan pekarangan dengan beternak sapi secara kereman. Selain itu, warga juga menanam pohon buah seperti jambu delima, kelengkeng pingpong dan itoh, sawo jumbo, serta nangka genjah. Pemilihan ternak sapi cukup beralasan, mengingat limbah pertanian desa yang terletak di ujung Selatan Kecamatan Gajah itu sungguh berlimpah. Karena keberhasilan di bidang pembudidayaan sapi jenis limousine, simetal, peranakan ongole (PO) dan brahman, puluhan petani peternak sapi Mlatiharjo pun membentuk paguyuban peternak ‘lembu abadi’. Bahkan, berkat pemanfaatan tekhnologi tepat guna pula, limbah atau kotoran sapi pun dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah persawahan. Masyarakat Desa Mlatiharjo memiliki motto ‘selaras dalam keragaman’. Dengan harapan pada 2015 kelak, segala kebutuhan warga dapat terpenuhi dari penganekaragaman tanaman di areal persawahan dan pengoptimalan lahan pekarangan sendiri. (*)

TIPS JITU PEMASARAN PRODUK



Esensi dari pemasaran adalah memahami kebutuhan pelanggan dan membuat rencana pemasaran yang berisisikan tentang bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Cara terbaik untuk mengembangkan bisnis adalah memfokuskan diri pada pertumbuhan perusahaan. Anda dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan anda dengan cara:
1.     Menggait lebih banayk pelanggan baru
2.     Menarik pelanggan untuk membelilebih banyak
3.    Menarik pelanggan untuk membel produk yang lebih mahal (sehingga marginnya lebih besar)
4.     Menarik pelanggan untuk membeli produk yang lebih menguntungkan
5.     Menarik pelanggan untuk membeli lebih sering
Dalam tulisan ini saya hanya akan focus pada poin pertama yaitu menggait lebih banyak pelanggan baru. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sbb:
1.     Lakukan riset kecil-kecilan dan buatlah rencana pemasaran
2.     Arahkan pengembangan produk untuk menarik pelanggan yang belum anda garap
3.     Buatlah harga yang kompetitif
4.     Buat pesan dan materi pemasaran berdasarkan solution marketing
Pemasaran UKM dan perusahaan besar sangat jauh berbeda. Kesalahan terbesar dari pelaku UKM adalah mencaplok mentah-mentah strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan besar yang bermodal sangat besar untuk diterapkan diperusahaan kecil. UKM biasanaya tidak mempunyai budget untuk pemasaran kalaupun ada biasanya sangat terbatas. Oleh karena itu dituntut kreatifitas yang lebih yaitu dengan mencari cara memasarkan produk atau jasa yang tidak memerlukan biayta atau yang berbiaya rendah. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:
1.    Kumpulan supplier/ vendor dan minta mereka mengadakan coop marketing. Yakinkan mereka bahwa perusahaan anda akan berkembang dengan pesat jika mereka dapat membantu dalam pemasaran yang pada gilirannya akan menguntungkan supplier/ vendor. Misalnya anda bisa mencantumkan logo perusahaan supplier anda dalam materi pemasaran (kaos, brosur, x-banner, dll)  anda sehingga biaya akan ditanggung bersama atau semua dari supplier. Buatlah proposal, cantumkan rencana pemasaran dan target penjualan anda serta prediksi kuantitas pembelian bahan bakau yang aka anda beli dari supplier/ vendor.
2.   Minta referral kepada pelanggan anda (existing). Buatlah satu skema, misalnya jika orang yang direferensikan oleh merka membeli dari anda, mereka akan mendapatkan insentif tertentu, sehingga mereka akan dengan senag hati memberikan referensi sebanyak-anyaknya.
3.    Buatlah produk unik supaya dapat sorotan media. Produk yang unik tersebut ditujukan hanya sebagai umpan untuk calon pelanggan penasaran dating ketempat anda. Ketika mereka dating juga tawarkan produk-produk lain.
4.     Undang semua orang untuk dating ketempat anda. Jika ada konser didaerah/ kota anda misalnya, ikutlah dalam penjualan tiketnya. Anda akan dapat publiksotas media secara gratis karena menjadi tempat penjualan tiket. Nama atau tempat usaha anda akan disebut dimedia dan orang akan dating ketempat anda. Sambut merka dan tawrkan produk-produk anda.

2013/12/13

BUDIDAYA KAMBING PERAH YANG MENJANJIKAN




Budidaya kambing perah memang belum popular bagi warga Demak. Namun Abdul syukur warga desa Mulyorejo demak kota, mencoba jadi pelopor  usaha tersebut. Ia berharap usahanya mampu memberikan konstribusi terhadap upaya peningkatan kesejahteraan waraga Demak.
Mahasiswa UNDIP Semarang ini sudah setahun menggeluti aktifitas memras susu kambing. Adapun kambing yang ia budidayakan etawa (PE). “awalnya saya memperoleh dana Rp 30.000.000 dari kampus melalui program mahasiswa wirausaha (PMW). Dana tersebut saya gunakan untuk penggadaan kambing etawa, ungkap Abdul syukur.
Menurutnya, dana sebanyak itu cukup untuk membeli  bebrapa ekor kambing betina dan seekor pejantan. Ia pun membuat kandang menggunakan dana pribadi. Dan hingga saat ini kambingnya menjadi 11 ekor, dan yang bisa diperah untuk diambil susunya ada 6 ekor. Saya sudah mejual anak kambing bebrapa kali, utamnya jantan. Harga kambing ini cukup mahal, kambing dengan usia 10 hari setidaknya bisa laku terjual seharga 1 jutaan, kata syukur.
Orientasi memelihara kambing etawa memang untuk memperoleh susu. Makanya, abdul syukur lebih banyak memelihara kambing betina. Selain itu, ia juga melakukan kiat-kiat khusu sesuai ajaran kepala pos kesehatan hewan Provinsi Jawa Tengah, Rukasan. Kiat dimaksud antara lain memisahkan anak kambing dari induknya, serta memberikan pakan yang berpotensi meningkatkan kualitas maupun kuantitas susu. Sebelum  menjadi usaha ini saya magang 2 bulan dipertenakan milik pak Rukasan. Ilmu dari sana saya terapkan dipeternakan milik saya sendiri , terangnya.
Seekor kambing betina, setiap harinya menghasilkan 1 liter susu selama 5 bulan. Pemerahan dilakukan tiap pagi. Yang penting pakannya menunjang, sejauh ini saya memberikan pakan rumput gajah dan daun waru. Agar tidak kehabisan pakan saya menanam rumput gajah dilahan setengah hektar. Kata syukur.
Dalam suhu ruangan susu kambing mampu bertahan selama 2 hari. Sedangkan dalam bentuk beku mampu bertahan selama 3 bulan. Syukur tak repot menjual susu “ Sukatawa” hasil perahannya lantaran yang memesan cukup banyak. Perliter saya jual Rp 35.000 mahal memang, karena susu kambing PE dipercaya bisa menjadi obat maag, sesak nafas, asma dan radang paru-paru,  ungkap syukur.
Sementara itu yang dilakukan Abdul syukur memperoleh sambutan posisitif dari Badan Penyuluh Dan Ketahanan Pangan (BAPPELUH & KP) Kabupaten Demak. Kepala BAPPELUH KP Demak Wahyu Tri Hapsari mengatakan, pihaknya akan memagangkan peternak Desa Krandong Kecamatan Guntur, Undaan Lor Karanganyar, dan Desa Karangsono Mranggen kepeternakan milik Abdul Syukur. Penyuluh kita tugaskan membina peternak agar mereka mampu membudidayakan kambing perah,. Kita jadikan peternakan mas syukur di Mulyorejo sebagai lokasi praktek. Mas syukur sekaligus kita minta membina peternak lain.

2013/12/12

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MENDUKUNG EKONOMI LOKAL



Ilmu komunikasi merupakan hal penting yang dibutuhkan dalam jalinan relationship. Dengan mengantongi ilmu ini, maka si pelaku komunikasi akan mengetahui tentang peristiwa komunikasi yang diperolehnya melalui suatu penelitian tentang sistem, proses dan pengaruhnya yang dilakukan secara rasional dan sistematik serta kebenarannya dapat diuji dan digeneralisasikan. Mengingat pentingnya hal tersebut, dilaksanakan Workshop Pengembangan Ekonomi Lokal dan Klaster yang menitik beratkan pada tema kemampuan komunikasi FEDEP dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal, demikian dikatakan oleh Sekretaris Fedep Propinsi Jawa Tengah Massa.
Dijelaskan lebih lanjut workshop yang diselenggarakan di Tirto Arum Kendal itu diikuti perwakilan Bappeda dan FEDEP se - Bakorwil I. Menurutnya tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan wawasan terhadap anggota FEDEP agar kedepan perannya dalam membantu menjembatani pemerintah dan swasta. “Dengan begitu FEDEP dapat memberikan input yang akan digunakan untuk mengkaji  kebijakan ekonomi dengan targetnya adalah pembangunan yang lebih meningkat,” terang Massa.
Sementara itu Hamzah dari Fedep Demak menjelaskan beberapa komunikasi yang dapat diterapkan meliputi komunikasi rantai, bintang, dan semua jalur. Dijelaskan lebih lanjut oleh Hamzah  bahwa model komunikasi rantai merupakan pola hirarki dengan karakteristik formal dan tegas, “top down” seperti tipe militer dan beberapa organisasi usaha lainnya. “Dalam model komunikasi ini tidak ada timbal balik komunikasi,” jelasnya.
Selanjutnya, kata dia, untuk model komunikasi merupakan struktur komunikasi formal yang digunakan banyak organisasi. Personel di tengah “bintang” mengelola semua pesan di dalam tim. Individu tim sekitar “bintang” mengelola lebih sedikit pesan dan mempunyai sedikit atau tidak ada kontrol kepada alur informasi. Mereka hanya bisa berkomuniksi dengan satu atau dua personel dan tergantung pada yang lain. Sedangkan model komunikasi “semua jalur” mendorong semua anggota terlibat dalam komunikasi. “Ini adalah model komunikasi informal yang umum digunakan forum internet. (*)