2013/05/20

Kerajinan Sangkar Burung dari Mranggen


Mungkin banyak yang belum tahu, kalau sangkar burung yang dijual di beberapa pasar burung di Jawa berasal dari Kabupaten Demak, tepatnya di Kecamatan Mranggen. Jumlah produksi dan pengrajinnya cukup banyak. Dari penuturan Ali Mustofa, ketua Kelompok perajin sangkar burung Kalingga Jati, di Desa Kebonbatur ada tiga kelompok dengan jumlah perajin 41 orang. Sementara itu, di Desa Kangkung terdapat 20-an perajin dan di Desa Sumberejo terdapat sekitar 40-an perajin.

Jumlah pengrajin sebanyak itu dan berkumpul di suatu lokasi yang berdekatan sudah menjadikannya sebagai sebuah sentra produksi. Dengan jumlah produksi yang besar dalam ukuran skala ekonomi dan adanya rantai keterkaitan dari beberapa pelaku usaha lain merupakan potensi besar untuk dikembangkan sebagai sebuah klaster.

Sangkar burung yang berasal dari Mranggen ini kebanyakan dijual dalam bentuk mentah. Maksudnya, belum dicat atau difinishing. Karena itu, nilai jualnya relatif rendah. Pemasaran biasanya dilakukan melalui para pengepul yang datang kepada perajin secara langsung. Harga biasanya ditentukan oleh pengepul. Parahnya, apabila perajin terdesak untuk segera memperoleh uang, maka, perajin malah saling injak dalam menjatuhkan harga.

Menurut Ali Mustofa, dalam usaha kerajinan yang berbahan baku bambu dan kayu jati ini, yang dibutuhkan adalah organisasi yang mampu mengelola produksi sangkar burung dan melakukan manajemen pemasaran, sehingga harga jual tidak lagi bisa ditentukan sepihak oleh pengepul.
Sementara ini, beberapa pengrajin sangkar burung termasuk Ali Mustofa telah memperoleh bantuan pelatihan dan pembinaan dari Kementerian Tenaga Kerja. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten, dengan adanya pembentukan klaster kerajianan tangan, yang didalamnya termasuk kerajinan sangkar burung, diharapkan dapat mewujudkan adanya organisasi yang diharapkan dapat menyatukan para

1 komentar:

  1. Misi numpang promosi
    Jual jeruji sangkar kulitan 2mm harga grosir hub: 087859710096

    BalasHapus